Senin, 15 April 2013

Perencanaan Pengelolaan Sumber Daya Manusia

PERENCANAAN PENGEMBANGAN SDM
MENDIRIKAN MTs AL-MAARIF


A.    Latar Belakang
Di dalam Al Qur’an, Allah SWT telah memberikan peringatan pada manusia untuk bertaqwa dan senantiasa memperhatikan masa depannya. Jika Allah menyatakan demikian, maka hal ini menjadi suatu kewajiban bagi kita untuk segera dilaksanakan dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Umat Islam semestinya menjadi umat terbaik di antara umat-umat yang lainnya.
Apabila kita menengok perjalanan sejarah bangsa-bangsa lain yang telah maju, kita dapat menyaksikan bahwa keberhasilan mereka dalam mengatasi pembangunan terletak pada kualitas sumber daya manusia mereka yang mampu dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sedangkan kualitas SDM kita bangsa Indonesia pada umumnya masih relatif rendah.
Salah satu unsur yang terpenting dalam meningkatkan SDM adalah penyiapan dan penyelenggaraan kegiatan pendidikan. Pendidikan merupakan institusi primer yang telah mengalami proses perkembangan yang panjang sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat. Pendidikan juga membebaskan manusia dari kebodohan dan sekaligus meningkatkan harkat, derajat dan martabat manusia. Sehingga dengan keahlian dan keterampilan yang mereka miliki mampu mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi ini.
Namun demikian, sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia pada umumnya belum memadai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Untuk itu, Yayasan Al-Ma’arif tergugah untuk mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ma’arif dalam upaya menawarkan fasilitas belajar yang memadai dan memberikan kesempatan belajar bagi siswa/i yang tidak mampu melanjutkan sekolah padahal predikat nilai sangat memuaskan.

B.    Landasan Pemikiran
Adapun yang menjadi landasan pemikiran pendirian MTs Al-Ma’arif adalah sebagai berikut:
1.    “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, dan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. 3 : 104)
2.    “……… niscaya Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu beberapa derajat. Dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujadalah : 11)
3.    “Sesungguhnya Allah SWT tidak menahan ilmu dari manusia tetapi dengan mewafatkan para ulama’, sehingga tidak tersisa lagi orang-orang ‘alim. Dengan demikian orang-orang mengangkat pemimpin-pemimpin yang dungu, lalu ditanya dan dia memberikan fatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan.”

C.    Tujuan
Program kerja Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif terdiri atas program jangka pendek dan program jangka panjang dengan rincian sebagai berikut:
a.    Tujuan Jangka Pendek

1.    Peningkatan kualitas pendidikan: untuk meningkatkan kualitas siswa-siswi agar mampu memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, maka usaha yang akan dilakukan oleh Yayasan dan Madrasah antara lain meningkatkan kokurikuler dan ekstra kurikuler secara aktif dan berkesinambungan.
2.    Menjalin hubungan kerjasama yang baik dan harmonis antara Yayasan, Madrasah dan orang tua murid melalui pertemuan antara orang tua murid dan pendirian persatuan orang tua murid (Komite Madrasah), dengan demikian proses belajar mengajar dapat dipantau secara baik didalam lingkungan Madrasah maupun di luar lingkungan Madrasah.
3.    Membentuk manusia Indonesia yang berakhlaqul karimah. Maka pendidikan yang diselenggarakan oleh Yayasan Al-Ma’arif tidak hanya dititik beratkan pada segi ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan bahasa, dan tahfidz saja, tetapi juga mendidik untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Untuk dapat mencapai tujuan tersebut, maka usaha-usaha yang dilaksanakan meliputi:
•    Pendalaman agama dengan sistem terpadu.
•    Pendidikan Keorganisasian.
•    Pendidikan kepramukaan, olah raga dan pengajian rutin.

b.    Tujuan Jangka Panjang
1.    Penyempurnaan, pemantapan dan peningkatan program jangka pendek yang belum terealisasi dengan sempurna.
2.    Peningkatan ruang belajar, ruang laboratorium, perpustakaan, asrama dan aula dengan membangun gedung bertingkat dan pengadaan sarana dan prasarana tambahan.
3.    Mendirikan sekolah tingkat Taman Kanak-kanak / RA, Madrasah Aliyah dan Perguruan Tinggi dengan membangun gedung untuk sekolah tersebut di atas lengkap dengan sarana dan prasarananya.
4.    Mendirikan Pondok Pesantren, panti asuhan anak yatim dan balai latihan keterampilan dengan membangun gedung baru dan asrama anak yatim lengkap dengan sarana dan prasaranya.
5.    Meningkatkan mutu pendidikan melalui bea siswa bagi tenaga pengajar yang memenuhi kriteria untuk meneruskan kuliah untuk S2 dan S3 di dalam maupun di luar negeri

D.    Waktu dan Tempat
Didirikan sekolah ini terhitung sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Islam Al - Ma’arif tentang pendirian MTs Al_Ma’arif Pada tanggal 10 April 2013. Dan sekolah ini Bertempat di Kp. Sabalah Sungai Paku, Kecamatan Kinali-Pasaman Barat

E.    Konsep Sekolah Dan Kuriklulum
Konsep yang diterapkan di MTs Al-Ma’arif adalah sekolah berasrama (boarding school). Murid akan selalu berada dalam lingkungan yang kondusif baik segi religius maupun segi intelektualnya, sehingga pelaksanaan kurikuler dan ekstrakurikuler berjalan  dengan baik.
Untuk sementara ini, masih menerapkan sistem sekolah yang berjalan pada umumnya karena keterbatasan dana, sehingga konsep di atas belum bias diterapkan. Kurikulum yang diterapkan, adalah kurikulum perpaduan antara kurikulum Diknas dan Pesantren Modern, serta ditunjang dengan muatan lokal baik intra maupun ekstrakurikuler.

F.    Anggaran Dasar Madrasah
Nama dan Tempat Kedudukan

Madrasah ini Bernama            : Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’arif.
Bernaung di bawah Yayasan    : Yayasan Al-Ma’arif
Bertempat                               : di Kp. Sabalah, Sungai Paku, Kecamatan Kinali-Pasaman Barat
Waktu Perencanaan            : Madrasah ini didirikan terhitung sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Yayasan Al-Ma’arif tentang pendirian MTs Al-Ma’arif  tanggal 10 April 2013.

Bentuk Sekolah
Bentuk dan ciri sekolah dari MTs Al-Ma’arif adalah Madrasah yang menggunakan kurikulum perpaduan antara Kurikulum Nasional Kementrian Pendidikan Nasional, Kementerian Agama dan Pondok Pesantren.

Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan Madrasah ini adalah untuk :
1.    Menyediakan sarana dan prasarana untuk melaksanakan proses pendidikan Islam yang diharapkan bisa menyiapkan kader ulama ‘amilin dengan akidah yang benar, berwawasan ilmu pengetahuan yang luas, berakhlak karimah dan menjadi suri tauladan yang baik, serta mapan dalam mensejahterakan masyarakat.
2.    Menyiapkan out-put yang berprestasi, handal dan cakap.
3.    Mencetak murid yang mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dan Inggris dengan baik.
4.    Menampung murid baru dengan seleksi
5.    Mampu meluluskan 100 % untuk tahun kelulusan pertama

Pembiayaan
Madrasah ini dibiayai oleh:
        1.      Pemilik Yayasan
        2.      Donatur yang tidak mengikat
        3.      Sumbangan Penyelengggaraan Pendidikan (SPP) dari Orang tua/Wali Murid.

G.    Struktur Organisasi Sekolah ( MTs. Al-Ma’Arif )

STRUKTUR ORGANISASI
Madrasah Tsanawiyah Al-Ma’Arif

KEPALA  MTs.Al-Ma’Arif           : Zakaria, S.Pd   

Wakil Kepala MTs. Al-Ma’Arif     :

HUMAS    SARANA PRASARANA    KESISWAAN    KURIKULUM



KEPEGAWAIAN        KEUANGAN        KESISWAAN        PUSTAKA    INV/UMUM

                            


GURU & BIDANG STUDI
BHS. INDONESIA        BHS. INGGRIS        MATEMATIKA        BIOLOGI        FISIKA        KIMIA        SEJARAH         EKONOMI        GEOGRAFI        SOSIOLOGI
                                                               
       



KEWARGA
NEGARAAN        BAHASA ARAB        ALQURAN HADITS        FIQIH        AQIDAH AKLAK        SKI        ILMU KALAM        TAFSIR        HADIST        PRAKTEK IBADAH

                                       
                                1.   

PENJASKES        TIK        IT                BP        SENI BUDAYA        MULOK        PD               




H.    Biaya Pendidikan
1.    Biaya SPP                : Rp.    20.000,- / Bulan
2.    Biaya Pembangunan Sekolah        : Rp.  150.000,- / 3 Tahun
3.    Biaya Asrama                : Rp.    50.000,- / Semester


I.      Fasilitas Sekolah
1.    Labor Komputer
2.    Asrama
3.    Mushalla Laki-laki dan Mushalla Perempuan
4.    Pustaka
5.    Ruang Belajar yang Kondusif
6.    Ruang Konseling
7.    Lap. Ekstrakurikuler
J.      Tenaga Pengajar Guru yang Profesional pada Bidang studi Masing-masing

K.    Jumlah Siswa
Dalam perencanaan pembangunan MTs. Al-Ma’Arif jumlah siswa angkatan pertama diharapkan 4 Ruangan Belajar dan diharapkan meningkat pada tahun-tahun selanjutnya.

L.    Penutup
Demikianlah proposal perencanaan kegiatan ini dibuat, besar harapan kami agar Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat dapat segera menerbitkan Izin Operasional bagi MTs Al-Ma’arif dan semoga Allah SWT meridhoi apa yang kita rencanakan.
Perencanaan SDM
Dalam sekolah apapun Sumber Daya Manusia (SDM) menempati kedudukan yang paling vital. Memang diakui bahwa biaya itu penting. Demikian pula sarana, prasarana dan teknologi. Namun ketersediaan sumber-sumber daya itu menjadi sia-sia apabila ditangani oleh orang-orang yang tidak kompeten dan kurang komitmen. Upaya-upaya untuk merencanakan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan (SDM), mengadakan, menyeleksi, menempatkan dan memberi penugasan secara tepat telah menjadi perhatian penting pada setiap sekolah yang kompetitif. Demikian pula kebijakan kompensasi (penggajian dan kesejahteraan) dan penilaian kinerja yang dilakukan dengan adil dan tepat dapat melahirkan motivasi berprestasi pada para tenaga pendidik dan kependidikan.
Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia seperti itu masih belum cukup, apabila tidak disertai dengan kebijakan pengembangan dan pemberdayaan tenaga pendidik dan kependidikan yang dilakukan secara sistematik.
Dalam arti yang tradisional, konsep pengelolaan tenaga pendidik dan kependidikan terbatas pada urusan-urusan manajemen operatif, seperti mengelola data tenaga pendidik dan kependidikan (record keeping), penilaian kinerja yang bersifat mekanistik (mechanical job evaluation), kenaikan pangkat dan gaji secara otomatis (automatic merit increase). Perhatian terhadap SDM pada masa kini mencakup aspek-aspek yang berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan tenaga pendidik dan kependidikan (fisik, emosional dan sosial), yang akan berpengaruh secara signifikan terhadap cara-cara mereka bertugas, dan dengan sendirinya berpengaruh terhadap produktivitas mereka.
MSDM pada masa kini memfasilitasi aktualisasi dan pengembangan kompetensi para tenaga pendidik dan kependidikan melalui program-program pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan secara sistematik. Pengembangan dan pemberdayaan SDM merupakan bagian dari MSDM yang memiliki fungsi untuk memperbaiki kompetensi, adaptabilitas dan komitmen para tenaga pendidik dan kependidikan. Dengan cara demikian sekolah memiliki kekuatan bukan saja sekedar bertahan (survival), melainkan tumbuh (growth), produktif (productive), dan kompetitif (competitive). Dan dalam proses demikian, dukungan SDM yang kuat melahirkan sekolah yang memiliki adaptabilitas dan kapasitas memperbaharui dirinya (adaptability and self-renewal capacity).
    Konsep Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM)
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah segala kegiatan yang berkaitan dengan pengakuan pada pentingnya tenaga pendidik dan kependidikan pada sekolah sebagai sumber daya manusia yang vital, yang memberikan sumbangan terhadap tujuan sekolah, dan memanfaatkan fungsi dan kegiatan yang menjamin bahwa sumber daya manusia dimanfaatkan secara efektif dan adil demi kemaslahatan individu, sekolah, dan masyarakat. Dalam pengertian ini, posisi sumber daya manusia tidak bisa digantikan oleh faktor-faktor lain dilihat dari nilai sumbangannya terhadap sekolah. Seorang tenaga pendidik dan kependidikan dinyatakan memiliki nilai sumbangan kepada sekolah apabila kehadirannya diperlukan, memiliki nilai tambah terhadap produktivitas sekolah dan kegiatannya berada dalam mata rantai keutuhan sistem sekolah itu. Tingkat keberhasilan manajemen sumber daya manusia dalam satu sekolah dapat dikaji dari ketepatan melaksanakan fungsi-fungsi MSDM. Kemaslahatan seorang tenaga pendidik dan kependidikan harus dilihat dari kepentingan dan kebermaknaan bagi dirinya sendiri, produktivitas sekolah dan fihak-fihak yang memperoleh jasa layanan sekolah itu.
    Pendekatan MSDM
Kajian MSDM dalam sekolah apapun ditempatkan dalam kerangka pendekatan sebagai berikut :
1.    Martabat Sumber Daya Manusia. Manajemen sumber daya manusia adalah manajemen orang-orang. Gengsi dan martabat manusia hendaknya tidak diingkari hanya demi kegunaannya saja. Hanya dengan perhatian yang penuh kearifan terhadap kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan, sekolah akan sukses tumbuh dan sejahtera. Potensi manusia hanya berkembang apabila memperoleh pengakuan yang wajar dari para pimpinan. Guru sebagai seorang profesional seyogyanya memiliki apresiasi terhadap nilai tenaga pendidik dan kependidikan, mengajar dan memiliki orientasi yang jelas menyangkut pengembangan karir profesional. Penghargaan siswa, orang tua, dan masyarakat terhadap guru sangat tergantung pada apresiasi dan orientasi guru dalam menekuni tenaga pendidik dan kependidikanannya.
2.    Pendekatan Manajemen. Manajemen sumber daya manusia adalah tanggung jawab setiap pimpinan/Kepsek. Bagian sumber daya manusia itu dibentuk untuk melayani pimpinan/Kepsek dan tenaga pendidik dan kependidikan. Melalui keahliannya, kinerja dan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan menjadi tanggung jawab ganda antara atasan langsung tenaga pendidik dan kependidikan dan bagian sumber daya manusia.
3.    Pendekatan Sistem. Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian penting dari suatu sistem yang lebih besar, yaitu sekolah. Manajemen sumber daya manusia selayaknya dinilai berdasarkan sumbangannya terhadap produktivitas sekolah.
4.    Pendekatan Proaktif. Manajemen sumber daya manusia mampu meningkatkan sumbangannya melalui antisipasi tantangan sebelum hal itu muncul. Bila hanya reaktif, justeru akan menumpuk masalah dan akan kehilangan peluang. Masalah-masalah yang menyangkut aspek-aspek kemanusiaan tidak bisa ditangani sebagaimana mengurus benda. Penyelesaian masalah ketenaga pendidik dan kependidikanan harus ditangani sebagai prioritas.
    Tujuan MSDM
Manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk merumuskan kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan, mengembangkan dan memberdayakan tenaga pendidik dan kependidikan untuk memperoleh nilai optimal bagi individu tenaga pendidik dan kependidikan yang bersangkutan, sekolah dan masyarakat yang dilayaninya. MSDM dilaksanakan untuk mewujudkan sekolah yang sehat, yaitu sekolah yang memiliki jumlah dan kualifikasi tenaga pendidik dan kependidikan sesuai dengan beban dan tugas-tugas sekolah yang ada di dalamnya. MSDM harus mendukung tingkat ketahanan sekolah, pertumbuhan, produktivitas dan kompetisi.
    Posisi SDM dalam Sekolah
Sekolah pada hakekatnya terdiri dari struktur tenaga pendidik dan kependidikanan, di mana setiap tenaga pendidik dan kependidikanan memiliki spesifikasi tugas-tugas yang menuntut kompetensi pelakunya, dukungan fasilitas yang tepat dan memadai, dan kondisi yang kondusif bagi terlaksananya tugas-tugas/tenaga pendidik dan kependidikanan itu. Spesifikasi tugas-tugas sekolah menggambarkan spesifikasi kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan yang mendukung pelaksanaan tugas/tenaga pendidik dan kependidikanan itu. Analisis seperti nini disebut analisis tenaga pendidik dan kependidikanan (job analysis).


    Fungsi-fungsi MSDM

Lima fungsi MSDM, yaitu (1) Perencanaan Kebutuhan, (2) Rekrutmen dan Seleksi, (3) Pembinaan dan Pengembangan, (4) Mutasi dan Promosi, dan (5) Kesejahteraan. Namun demikian, dipertimbangkan akan lebih bermanfaat apabila para peserta diklat memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai manajemen sumber daya manusia (MSDM). Manajemen SDM merupakan proses sistematik yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan SDM sesuai dengan kebutuhan sekolah, memperlakukan tenaga pendidik dan kependidikan secara adil dan bermartabat, serta menciptakan kondisi yang memungkinkan tenaga pendidik dan kependidikan memberikan sumbangan optimal terhadap sekolah.
Manajemen SDM mencakup kegiatan sebagai berikut: (1) Perencanaan SDM, (2) Analisis Tenaga pendidik dan kependidikanan, (3) Pengadaan Tenaga pendidik dan kependidikan, (4) Seleksi Tenaga pendidik dan kependidikan, (5) Orientasi, Penempatan dan Penugasan, (6) Konpensasi, (7) Penilaian Kinerja, (8) Pengembangan Karir, (9) Pelatihan dan Pengembangan Tenaga pendidik dan kependidikan
Perencanaan SDM adalah kegiatan menaksir/menghitung kebutuhan SDM sekolah dan selanjutnya merumuskan upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Upaya tersebut mencakup kegiatan menyusun dan melaksanakan rencana agar jumlah dan kualifikasi personil yang diperlukan itu tersedia pada saat dan posisi yang tepat sesuai dengan tuntutan sekolah.

1.    Analisis Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Analisis tenaga pendidik dan kependidikanan adalah suatu proses menjelaskan dan mencatat tujuan-tujuan tenaga pendidik dan kependidikanan, kewajiban dan tanggung jawab utama tenaga pendidik dan kependidikanan tersebut dan kondisi di mana tenaga pendidik dan kependidikanan itu harus dikerjakan. Analisis tenaga pendidik dan kependidikanan merupakan bagian dari perencanaan SDM yang membentuk menjelaskan spesifikasi tenaga pendidik dan kependidikanan dan spesifikasi kompetensi serta karakteristik kepribadian yang tepat untuk mengerjakan tenaga pendidik dan kependidikanan itu.

2.    Rekrutmen Tenaga pendidik dan kependidikan
Rekrutmen (pengadaan) tenaga pendidik dan kependidikan adalah seperangkat kegiatan dan proses yang dipergunakan untuk memperoleh sejumlah orang yang bermutu pada tempat dan waktu yang tepat sesuai dengan ketentuan hukum sehingga orang dan sekolah dapat saling menyeleksi berdasarkan kepentingan terbaik masing-masing dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

3.    Seleksi Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Seleksi tenaga pendidik dan kependidikan adalah suatu proses mengeumpulkan informasi untuk menilai dan memutuskan siapa yang diangkat, dengan berpedoman pada hukum, demi kepentingan jangka panjang dan pendek, perorangan dan sekolah.

4.    Orientasi, Penempatan dan Penugasan
Orientasi, penempatan, dan penugasan merupakan kegiatan yang dilakukan serempak. Orientasi ditujukan untuk mempercepat sosialisasi tenaga pendidik dan kependidikan dan penerimaan lingkungan kerja sehingga tenaga pendidik dan kependidikan tersebut dapat segera beradaptasi dalam sistem, prosedur, serta budaya kerja. Penempatan dan penugasan adalah keputusan ketenaga pendidik dan kependidikanan yang berazaskan “the right men on the right job”. 

5.    Kompensasi (termasuk kesejahteraan)
Kompensasi adalah apa yang diterima tenaga pendidik dan kependidikan karena telah memberikan kontribusi pikiran, perhatian, kemampuan, dan kinerjanya terhadap sekolah. Kompensasi terdiri dari hal berupa uang dan bukan uang. Kompensasi sangat penting untuk memperoleh, memelihara, dan mempertahankan angkatan kerja yang produktif.

6.    Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja yaitu suatu proses mempertimbangkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan pada masa lalu dan sekarang yang dikaitkan dengan latar belakang lingkungan kerjanya serta memperhatikan potensi yang dimiliki tenaga pendidik dan kependidikan tersebut bagi kepentingan sekolah di masa yang akan datang. Penilaian bertujuan membantu tenaga pendidik dan kependidikan yang bersangkutan mencapai hasil bagi dirinya sendiri dan sekolah.

7.    Pengembangan Karir
Pengembangan karir adalah proses mencermati potensi, kemampuan, kinerja dan komitmen tenaga pendidik dan kependidikan untuk diposisikan dalam struktur sekolah secara tepat, sehingga tenaga pendidik dan kependidikan dan sekolah memperoleh maslahat dan nilai tambah optimal

8.    Pelatihan dan Pengembangan Tenaga pendidik dan kependidikan
Pelatihan dan pengembangan tenaga pendidik dan kependidikan adalah upaya memperbaiki kinerja tenaga pendidik dan kependidikan di masa kini maupun di masa depan dengan meningkatkan kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan untuk bertugas, melalui pembelajaran, biasanya dengan meningkatkan pengetahuan, mutu sikap dan keterampilan. Pelatihan berbeda dengan pengembangan. Pelatihan adalah segala kegiatan yang dirancang untuk memperbaiki kinerja tenaga pendidik dan kependidikan dalam suatu tenaga pendidik dan kependidikanan di mana tenaga pendidik dan kependidikan tersebut sedang atau akan diangkat menjabat tenaga pendidik dan kependidikanan yang bersangkutan. Pengembangan adalah upaya membantu tenaga pendidik dan kependidikan secara individual menangani tanggung jawabnya di masa depan.

9.    Penciptaan Mutu Lingkungan Kerja
Menciptakan lingkungan kerja adalah upaya yang berkaitan dengan mewujudkan pengawasan yang suportif, kondisi kerja yang baik, gaji dan penghargaan yang merangsang, serta menjadikan tenaga pendidik dan kependidikanan sebagai sesuatu yang menantang dan memberikan kepuasan.

10.    Perundingan Ketenaga pendidik dan kependidikanan
Perundingan tenaga pendidik dan kependidikan adalah kegiatan yang berkaitan dengan menempatkan hak dan kewajiban tenaga pendidik dan kependidikan dan sekolah menjadi jelas, merumuskan kesepakatan-kesepakatan menangani perselisihan ketenaga pendidik dan kependidikanan, dan menyepakati konsekuensi yang akan diperoleh tenaga pendidik dan kependidikan sebagai akibat pelanggaran hubungan kerja.

11.    Riset Tenaga pendidik dan kependidikan
Riset atau penelitian sumber daya manusia adalah upaya untuk menemukan tindakan-tindakan ketenaga pendidik dan kependidikanan secara empirik yang dimaksudkan untuk memperbaiki tindakan-tindakan ketenaga pendidik dan kependidikanan pada masa kini, dan pengembangannya di masa depan. Riset SDM dapat dilakukan dalam lingkungan internal sekolah maupun di luar sekolah. Riset SDM dapat dilakukan oleh unit yang ada dalam sekolah itu atau dilakukan oleh lembaga-lembaga khusus yang menaruh perhatian pada pengembangan dan pemberdayaan SDM atau MSDM pada umumnya.
Demikianlah perencanaan pembangunan MTs. Al-Ma’Arif dari pemikir semoga hendak suatu saat nanti dibukakan jalan dan di Ridhoi Allah SWT  serta melahirkan siswa-siswi yang ber IPTEK dan IMTAQ Amin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar